"Saat ini, media sosial menjadi kebutuhan 'wajib' di kalangan masyarakat. Pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, pedagang hingga politisi, semua mengakses medsos. Oleh karenanya, perlu dibangun kesadaran kuat untuk memanfaatkan medsos sebagai sarana yang produktif, bukan sebaliknya dipenuhi fitnah, hoax, dll", tegas Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida.
ditambahkan media sosial harusnya bisa digunakan mempererat dan mempersatu bangsa dan bertukar informasi yang bermanfaat , giliran dapat berkontribusi pada pembangunan bangsa.
terpilihnya surabaya sebagai lokasi penyelenggara karena telah banyak yang di capai kota surabaya dalam segi aspek pelayanan publik misalnya , transportasi umum Bus Suroboyo yang sistem pembayarannya menggunakan sampah plastik/botol-botol bekas sebagai upaya menjaga kebersihan dan lingkungan hidup yang selaras dengan Gerakan Indonesia Bersih. Command Center 24 Jam Kota Surabaya yang melayani aduan warga Surabaya 24 jam sebagai implementasi Gerakan Indonesia Melayani.
“Terima kasih kepada Kemenko PMK dan seluruh peserta yang telah memilih Surabaya sebagai tempat penyelenggaraan Gathering Positif Bermedia Sosial, silahkan nanti melihat secara langsung manajemen pelayanan publik yang disiapkan oleh Pemkot Surabaya, semoga capaian positif yang telah diraih Surabaya dapat disebarluaskan oleh para peserta”, urai Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat membuka secara resmi gelaran Gathering Positif Bermedia Sosial.
di akhir acara para peserta berkesempatan field visit menggunakan Bus Suroboyo, menuju command center di harapkan peserta bisa turut menyebarkan capaian - capain dan nilai - nilai yang di lihat secara langsung.


0 Komentar:
Post a Comment